Wall Street Kembali Tergoncang Jelang Rapat The Fed

Berita, Teknologi165 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kompak dibuka melemah kembali pada perdagangan Rabu (16/8/2023) setelah kejatuhan pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Indeks Dow Jones dibuka melemah 0,09% di posisi 34.914,96, S&P 500 dibuka jatuh 0,10% di posisi 4.433,43, Nasdaq juga dibuka turun 0,27% di posisi 13.593,59.

Indeks utama Wall Street dibuka lebih rendah pada awal perdagangan hari Rabu menjelang risalah pertemuan kebijakan The Federal Reserve bulan Juli yang dapat memberikan isyarat kenaikan suku bunga, sementara saham Target (TGT) melonjak hingga 5% karena laba kuartalan yang optimis.

Pasar sedang menunggu hasil dari keputusan The Fed untuk memutuskan akan menaikkan suku bunga atau tidak sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 5,25% hingga 5,5% pada pertemuan tersebut.

Menurut penetapan harga di pasar derivatif, para pedagang berpikir The Fed mungkin telah selesai menaikkan suku bunga.

Selain itu pelemahan Wall Street masih di dorong oleh pelemahan ekonomi China dan kekhawatiran tentang sektor keuangan negara membebani sentimen investor.

Harga rumah baru di China turun untuk pertama kalinya tahun ini di bulan Juli, berdasarkan data pada hari Rabu.

Bank sentral China menurunkan suku bunga kebijakannya pada hari Selasa, setelah angka lemah dalam jangka panjang, tetapi sejauh ini investor tidak terkesan dengan tanggapan tersebut.

Krisis properti di China pun bertambah ketika berita perusahaan perwalian China terkemuka telah menunggak pembayaran puluhan produk investasi sejak akhir bulan lalu.

“Jika keadaan semakin memburuk, jika ada lebih banyak tanda penularan atau tekanan keuangan di sektor perbankan, saya pikir tidak dapat dihindari bahwa AS atau pasar lain akan melihat dampaknya,” ucap Janet Mui, kepala analisis pasar di RBC Brewin Dolphin.

Baca Juga  Kualitas Udara Buruk, Warga Bandung Diminta Pakai Masker

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Banyak Kabar Buruk, Mari Berdoa Pasar RI Baik-Baik Saja

(saw/saw)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *